Hendi Santoso

My activity

  • Profile picture of Hendi Santoso who took this action.

    Hendi Santoso commented on Hendi Santoso's newsfeed:

    Ikan Napoleon, Cheilinus undulatus (Rüppell, 1835), ialah satu dari anggota kelompok Wrasses, famili Labridae. Selain wrasses, kelompok ini juga disebut hogfish (karena mulutnya seperti babi), razorfish (beberapa anggotanya mempunyai badan seperti pisau cukur), corises dan turkfishes. Famili Labridae termasuk salah satu kelompok yang terdiri dari spesies dengan bentuk badan dan ukuran yang sangat beragam. Paling tidak, kelompok Labridae terdiri dari 77 genera dan 479 spesies (Froese & pauly, 2011), termasuk salah satu famili yang sangat besar. Secara taksonomi, ikan napoleon berasal dari phylum Chordata, subphylum Vertebrata, superclass Gnathostomata, superclass Pisces, class Actinopterygii, ordo Perciformes dan famili Labridae. Ikan napoleon paling sering disebut dengan nama dagang Humphead, Maori Wrasse atau So Mei karena karakteristik bagian kepala yang menonjol (cembung) mulai di atas mata ke belakang. Namun ciri ini juga dimiliki oleh satu spesies anggota famili Scariae, ialah ikan kakatua, Bolbometopon muricatum (Valenciennes, 1840) . Di dalam air, keduanya bisa dibedakan terutama dari bentuk sirip ekor, bentuk badan secara vertikal dan kelimpahannya dalam kelompok. Ikan kakatua lebih kompres secara vertikal, sedangkan ikan napoleon sedikit lebih bulat. Di bagian belakang mata terdapat dua garis berwarna hitam ke arah belakang. Namun marker (tanda) ini hanya terlihat pada specimen yang sudah dewasa saja. Ikan napoleon lebih sering ditemukan hidup soliter dengan kelimpahan yang jauh lebih rendah. Selain karena karakteristik dasar sebagai top-predator, ikan ini termasuk kategori long-lived species (bisa mencapai umur 30 tahun). Rekor yang pernah dicatat, ikan ini mencapai ukuran 229 cm, dengan berat individu 190 kg. Dari data yang diketahui, ikan napoleon berada pada kisaran kedalaman antara 5 – 60 m, pada habitat terumbu karang. Pada terumbu karang dengan tekanan penangkapan relatif rendah, ukuran ikan napoleon ditemukan bervariasi antara panjang 60 – 100 cm. Konversi panjang berat ikan ini mengikuti persamaan W(t) = 0,0123 * L(t) 3,12. Secara rata-rata, dengan demikian, berat individu akan bervariasi antara 4,3 – 21,4 kg. Ikan napoleon memijah secara berpasangan dalam kelompok kecil (2 – 5 pasangan), namun bisa juga terjadi dalam kelompok (agregasi) yang relatif besar (> 5 pasang) (Roberts et al., 1995). Lokasi pemijahan lebih disukai reef-promentory (ujung tanjung terumbu karang yang memungkinkan terjadinya arus ke arah luar atau laut lepas. Setelah fase pembuahan, informasi siklus hidup ikan ini tidak banyak diketahui sampai munculnya ikan-ikan muda di pinggir karang. Setelah pembuahan, telur ikan napoleon akan menyebar, dibawa arus dan menetas menjadi larva planktonik (fase larva planktonik tidak diketahui). Ketika mencapai ukuran 8 – 11 mm, larva menetap di dasar perairan pada atau sekitar terumbu karang. Larva ini paling banyak ditemukan pada 4 (empat) jenis karang keras (Acropora spp., dan Porites cylindricus) serta jenis karang lunak Sarcophyton sp. Beberapa peneliti menemukan larva fase ini juga menempel pada tanaman lamun jenis Enhalus acoroides (Linnaeus f.). Ikan juvenile sering bermigrasi diantara habitat hutan bakau, lamun dan terumbu karang. Ikan dewasa berada pada terumbu karang bagian luar, terutama pada bagian terusan (reef channel) yang terbuka langsung dengan laut lepas. Ikan napoleon termasuk ikan jenis sequential hermaphrodite, ialah mempunyai jenis kelamin tertentu pada awal kehidupannya sampai umur tertentu, selanjutnya melakukan perubahan kelamin. Pada kasus ikan napoleon, dia termasuk dalam kategori hermaphrodite protogynous, ialah mempunyai kelamin betina pada umur muda (sampai ukuran berat sekitar 1 kg), selanjutnya berkelamin jantan sepanjang sisa hidupnya. Hal ini menyulitkan dalam penentuan ukuran ikan yang boleh ditangkap. Untuk mempertahankan kelangsungan populasi ikan ini di alam, pengelola perikanan harus bisa mempertahankan keseimbangan antara ikan berukuran kecil dengan ukuran yang lebih besar. Ikan napoleon termasuk kategori top predator dengan jenis makanan yang sangat bervariasi. Termasuk diantaranya ialah moluska (kelompok gastropoda dan pelecypoda), crustacea, echinodermata dan ikan (terutama jenis ikan gobi dan moray eel). Ikan napoleon juga sangat terkenal sebagai pemangsa mahkota bintang berduri atau crown-of-thorn, Acanthaster plancii (Linnaeus, 1753).

    over 2 years ago

  • Profile picture of Hendi Santoso who took this action.

    Hendi Santoso commented on Hendi Santoso's newsfeed:

    Ikan Napoleon, Cheilinus undulatus (Rüppell, 1835), ialah satu dari anggota kelompok Wrasses, famili Labridae. Selain wrasses, kelompok ini juga disebut hogfish (karena mulutnya seperti babi), razorfish (beberapa anggotanya mempunyai badan seperti pisau cukur), corises dan turkfishes. Famili Labridae termasuk salah satu kelompok yang terdiri dari spesies dengan bentuk badan dan ukuran yang sangat beragam. Paling tidak, kelompok Labridae terdiri dari 77 genera dan 479 spesies (Froese & pauly, 2011), termasuk salah satu famili yang sangat besar. Secara taksonomi, ikan napoleon berasal dari phylum Chordata, subphylum Vertebrata, superclass Gnathostomata, superclass Pisces, class Actinopterygii, ordo Perciformes dan famili Labridae. Ikan napoleon paling sering disebut dengan nama dagang Humphead, Maori Wrasse atau So Mei karena karakteristik bagian kepala yang menonjol (cembung) mulai di atas mata ke belakang. Namun ciri ini juga dimiliki oleh satu spesies anggota famili Scariae, ialah ikan kakatua, Bolbometopon muricatum (Valenciennes, 1840) . Di dalam air, keduanya bisa dibedakan terutama dari bentuk sirip ekor, bentuk badan secara vertikal dan kelimpahannya dalam kelompok. Ikan kakatua lebih kompres secara vertikal, sedangkan ikan napoleon sedikit lebih bulat. Di bagian belakang mata terdapat dua garis berwarna hitam ke arah belakang. Namun marker (tanda) ini hanya terlihat pada specimen yang sudah dewasa saja. Ikan napoleon lebih sering ditemukan hidup soliter dengan kelimpahan yang jauh lebih rendah. Selain karena karakteristik dasar sebagai top-predator, ikan ini termasuk kategori long-lived species (bisa mencapai umur 30 tahun). Rekor yang pernah dicatat, ikan ini mencapai ukuran 229 cm, dengan berat individu 190 kg. Dari data yang diketahui, ikan napoleon berada pada kisaran kedalaman antara 5 – 60 m, pada habitat terumbu karang. Pada terumbu karang dengan tekanan penangkapan relatif rendah, ukuran ikan napoleon ditemukan bervariasi antara panjang 60 – 100 cm. Konversi panjang berat ikan ini mengikuti persamaan W(t) = 0,0123 * L(t) 3,12. Secara rata-rata, dengan demikian, berat individu akan bervariasi antara 4,3 – 21,4 kg. Ikan napoleon memijah secara berpasangan dalam kelompok kecil (2 – 5 pasangan), namun bisa juga terjadi dalam kelompok (agregasi) yang relatif besar (> 5 pasang) (Roberts et al., 1995). Lokasi pemijahan lebih disukai reef-promentory (ujung tanjung terumbu karang yang memungkinkan terjadinya arus ke arah luar atau laut lepas. Setelah fase pembuahan, informasi siklus hidup ikan ini tidak banyak diketahui sampai munculnya ikan-ikan muda di pinggir karang. Setelah pembuahan, telur ikan napoleon akan menyebar, dibawa arus dan menetas menjadi larva planktonik (fase larva planktonik tidak diketahui). Ketika mencapai ukuran 8 – 11 mm, larva menetap di dasar perairan pada atau sekitar terumbu karang. Larva ini paling banyak ditemukan pada 4 (empat) jenis karang keras (Acropora spp., dan Porites cylindricus) serta jenis karang lunak Sarcophyton sp. Beberapa peneliti menemukan larva fase ini juga menempel pada tanaman lamun jenis Enhalus acoroides (Linnaeus f.). Ikan juvenile sering bermigrasi diantara habitat hutan bakau, lamun dan terumbu karang. Ikan dewasa berada pada terumbu karang bagian luar, terutama pada bagian terusan (reef channel) yang terbuka langsung dengan laut lepas. Ikan napoleon termasuk ikan jenis sequential hermaphrodite, ialah mempunyai jenis kelamin tertentu pada awal kehidupannya sampai umur tertentu, selanjutnya melakukan perubahan kelamin. Pada kasus ikan napoleon, dia termasuk dalam kategori hermaphrodite protogynous, ialah mempunyai kelamin betina pada umur muda (sampai ukuran berat sekitar 1 kg), selanjutnya berkelamin jantan sepanjang sisa hidupnya. Hal ini menyulitkan dalam penentuan ukuran ikan yang boleh ditangkap. Untuk mempertahankan kelangsungan populasi ikan ini di alam, pengelola perikanan harus bisa mempertahankan keseimbangan antara ikan berukuran kecil dengan ukuran yang lebih besar. Ikan napoleon termasuk kategori top predator dengan jenis makanan yang sangat bervariasi. Termasuk diantaranya ialah moluska (kelompok gastropoda dan pelecypoda), crustacea, echinodermata dan ikan (terutama jenis ikan gobi dan moray eel). Ikan napoleon juga sangat terkenal sebagai pemangsa mahkota bintang berduri atau crown-of-thorn, Acanthaster plancii (Linnaeus, 1753).

    over 2 years ago