IUCN threat status:

Not evaluated

Brief Summary

Read full entry

Parexocoetus brachypterus

Ikan terbang adalah familia ikan lauut yang terdiri sekitar 50 spesies yang dikelompokkan dalam 7 hingga 9 genera. spesies ika terbang tersebar hampir di semua perairan, baik perairan tropis dan pada perairan sub tropis. ikan terbang termasuk dalam kategori ikan pelagis kecil (small Pelagis spesies). yang juga disebut flying fish. ikan terbang menyukai cahaya pada malam hari dan merupakan perenang cepat. Secara morfologi, ikan terbang memiliki tubuh yang bulat memanjang dan agak mampat ke bagian samping. rahang bawah dan rahang atas sama panjang tapi uniknya ketika masih muda bentuk rahang bawahnya sedikit lebih panjang. sirip yang dimiliki hampir keseluruhan dari mulai sirip dventral (perut), sirip dorsal (punggung), sirip pektoral (dada), sirip anal, dan sirip caudal (ekor). sirip dorsal dan sirip anal transparan, sirip ekor berwarna abu-abu,, sirip ventral ke abu-abuan dan belang pendek. sirip pektoral panjang digunakan untuk melayang. sirip ventral tidak mencapai sirip dorsal dengan pangkal sirip ventral lebih dekat ke posterior kepala daripada ke pangkal ekor. sirip ekornya berbentuk cagak dengan sirip bagian bawah lebih panjang. ikan terbang mengalami pemijahan dengan ovipar (bertelur). telur ikan terbang mempunyai warna kuning keemasan.

mennurut Hutomo, ikan terbang memiliki sekitar 53 spesies di dunia, masing-masing 17 spesies di samudra pasifik, 11 spesies di samudra Hindia dan 40 spesies di samudra pasifik. ikan terbang mempunyai dua kelompok yaitu ikan terbang yang bersayap 2 dan ikan terbang yang bersayap empat. sedangkan ikan Parexocoetus brachypterus merupakan jenis ikan terbang yang bersayap 2 yaitu diwakili oleh spesies dari genus Exocoetus. ikan ini ketika melompat ditandai dengan naik ke permukaan tanpa mmeluncur terlebih dahulu di atas permukaan. jarak yang dapat ditempuh tidak melebihi 20 meter. proses terbang ikan Parexocoetus brachypterus dilakukan karena salah satu reaksi dan kemampuan untuk menghindar dari serangan predator . populasi ikan terbang diketahui memiliki 1 -2 tahun dan secara alami akan mengalami kematian setelah melewati pemijahan 1 - 2 kali dalam siklus hidupnya(post spawning mortalty). (Campana,1993).

populasi ikan terbang dapat berkurang secara individu dalam populasi tersebut akibat tekanan penangkapan yang melebihi kemampuan regenerasi populasi iakn tersebut. faktor yang menentukan besarnya jumlah individu dalam suatu populasi mengikuti model keseimbangan stok dalam populasi tersebut dengan parameter kelahiran (natalitas) dan pertumbuhan sebagai faktor penambahan, serta kematian alami dan kematian karena penangkapan.

Unreviewed

Creative Commons Attribution 3.0 (CC BY 3.0)

© Riza AIR

Supplier: Riza AIR

Belongs to 0 communities

This taxon hasn't been featured in any communities yet.

Learn more about Communities

Disclaimer

EOL content is automatically assembled from many different content providers. As a result, from time to time you may find pages on EOL that are confusing.

To request an improvement, please leave a comment on the page. Thank you!