Kappaphycus cottonii
Kappaphycus cottonii atau Kapapphycus alvarezii adalah salah satu makroalga dari jenis alga merah karena memiliki kandungan figmen warna merah yang disebut phycobilins yang hidupnya tumbuh melekat pada substrat dengan cengkram pelekat, memiliki warna kemerahan, kecoklatan dan kadang-kadang kehijauan, tinggi dari tumbuhan ini dapat mencapai 20-25cm. Alga ini ditemukan berupa koloni bahkan kadang mirip dengan padang alga. Nama sebenarnya dari spesies ini adalah Eucheuma cottonii, namun karena memiliki kandungan karagenan jenis kappa sehingga disebut sebagai Kappaphycus cottonii.
Kondisi habitat yang ideal bagi Kappaphycus cottonii atau Eucheuma cottonii yaitu pada daerah yang selalu terendam air (subtidal) dan daerah surut (intertidal). Makroalga jenis ini juga baik hidup di daerah terumbu (reef), karena daerah ini memiliki kondisi yang cocok untuk pertumbuhan dari spesies ini, baik itu dari segi kedalaman perairan, substrat, pergerakan air maupun cahaya. Spesies ini pula hidup dengan baik di daerah pantai terbuka dengan tingkat pergerakan arus yang tinggi (20-40 n/menit), namun adapula yang berpendapat bahwa spesies ini lebih suka hidup di daerah terlindung daripada perairan terbuka dengan ombak yang besar dan dialam bebas cocok dengan nilai salinitas yang tinggi 30-37 serta lokasinya jauh dari muara sungai (tidak mengandung lumpur dan airnya jernih). kisaran suhu yang ideal sekitar 27-28 derajat celcius serta pH 6.5-8.5. Status IUCN dari spesies ini adalah not evaluated.
Manfaat dari alga ini adalah sebagai bahan makanan dan dapat dijadikan sebagai bahan utama pembuat obat, kosmetik dan cocok dikonsumsi untuk diet. Karena memiliki kandungan selulosa alga ini dapat dibuat menjadi bahan utama pembuat kertas sehingga dapat digunakan untuk mengurangi efek dari penebangan hutan yang dialokasikan untuk pembuatan kertas serta dapat dijadikan biofuel dengan melalui proses ekstraksi sehingga dapat digunakan pula untuk menangani kelangkaan minyak bumi.
K. cottonii ini banyak dibudidayakan oleh masyarakat pesisir karena memiliki nilai ekonomis yang lumayan tinggi dan waktu pemanenan yang singkat sehingga banyak yang membudidayakannya.
- www.iptek.net
- Buku panduan perkuliahan biologi laut,
