Collection image

Acanthaster planci

Last updated over 2 years ago

Acanthaster planci adalah sejenis bintang laut yang mempunyai lebih dari 21 lengan, seluruh permukaan tubuhnya bagian atas penuh dengan duri-duri beracun, bintang laut dewasa dapat mencapai ukuran diameter satu meter atau lebih. Bintang laut ini dapat bergerak dengan kecepatan 20 meter per jam. Bintang laut A. planci mempunyai kelamin yang terpisah (berkelamin tunggal), dengan pembuahan eksternal. Rasio kelamin biasanya 1:1 (Moran 1990). Pemijahan terjadi pada musim panas. Di belahan bumi (hemisfer) utara, misalnya Jepang, pemijahan terjadi pada bulan Mei-Agustus. Di belahan bumi selatan, misalnya Australia, pemijahan terjadi pada bulan Nopember-Januari (Moran 1990), atau Desember-April (CRC 2003). Pemijahan berlangsung sekitar 30 menit (Moran 1990). Individu dewasa biasanya bergerombol sebelum pemijahan, dan memijah secara bersama pada saatnya. Ketika seekor betina memijah, maka suatu feromon yang keluar bersama telur akan memicu pemijahan betina lain dan bintang laut jantan yang ada di sekitarnya. Efektivitas feromon dalam memicu pemijahan tetangganya diperkirakan seluas radius 1-2 meter. Pemijahan berjamaah ini sangat penting bagi invertebrata laut untuk meningkatkan peluang terjadinya pembuahan. Pemijahan invertebrata banyak dipengaruhi oleh fluktuasi musiman suhu air laut. Pada saat ini, kebanyakan penelitian tentang pemijahan invertebrata dilakukan di kawasan yang mempunyai empat musim atau temperata (temperate). Di kawasan tropis, seperti Indonesia, perbedaan suhu air laut antar musim tidak sebesar di kawasan temperata, sehingga musim pemijahan di kawasan tropis dapat berbeda dari kawasan temperata. Karena itu, mengetahui musim pemijahan A. planci di Indonesia merupakan topik yang masih sangat menarik. Apalagi perairan laut Indonesia merupakan transisi antara Samudra Pasifik dengan Samudra Hindia. Acanthaster planci berkembang biak dengan mengeluarkan telur atau sperma kedalam air laut melalui lubang yang terletak di tengah-tengah tubuh bagian atas pada waktu suhu air laut di Great Barrier Reef (GBR) mencapai sekitar 28 derajat celcius. Setelah telur terbuahi, akan tumbuh menjadi larva yang akan hanyut bersama arus sebagai plankton selama 2-4 minggu. Anak-anak A. planci akan menempel di terumbu karang setelah mencapai diameter 1-2 mm. Mereka itu akan hidup diantara puing-puing karang, dan nyaris tak terlihat sampai dengan umur 6 bulan. Acanthater planci mulai bertelur pada umur 2-3 tahun,dan akan memijah selama 5-7 tahun. Setiap kali memijah seekor induk dapat menghasilkan lebih dari 6 juta telur. Walaupun populasinya tidak terlalu besar,A.planci berpotensi menghasilkan anakan dalam jumlah besar karena mereka selalu hidup berkelompok dan memijah secara bersamaan. Anakan bintang laut mula-mula makan algae yang melapisi puing-puing karang, dan baru makan karang setelah berumur lebih kurang 6 bulan. Setelah makan karang, anakan A.planci itu tumbuh dengan cepat.Dalam waktu dua tahun bintang laut ini tumbuh dari ukuran diameter 1 cm menjadi 25 cm. Untuk ukuran diameter lebih dari 40 cm, umunya bintang laut makan di siang hari, sedangkan yang lebih kecil kurang dari 20 cm, makan di malam hari. Dalam populasi yang lebih kecil Acanthaster planci lebih banyak bersembunyi di bawah koloni karang, biasanya hanya makan sebagian dari koloni karang terutama jenis Acropora sp, sehingga terumbu karang dapat pulih kembali secara cepat bilamana jumlahnya tidak begitu besar. Struktur tubuh A. planci sama dengan struktur umum dari Asteroidea. Badan berbentuk radial simetris, dengan tubuh mirip cakram bersumbu oral dan aboral yang mempunyai lengan-lengan. Bagian oral (mulut) menghadap ke bawah sedangkan bagian aboral menghadap ke atas. Di bagian aboral terdapat madreporit dan anus. Lubang madreporit berjumlah 6-13, sedangkan lubang anus berjumlah 1-6 buah. Bintang laut A. planci mempunyai lengan antara 8-21 buah. Duri-duri yang beracun berukuran 2-4 cm menghiasi permukaan aboral tubuh cakram dan lengan-lengannya. Warna tubuh A. planci dapat bervariasi antar lokasi. Di perairan Thailand dan Maladewa (Maldive) warna tubuh biru keunguan, di GBR berwarna merah dan kelabu, sedangkan di Hawaii berwarna hijau dan merah (Moran 1990). Di Indonesia, warna tubuh A. planci merah dan kelabu pada perairan Laut Jawa dan Laut Flores. Di Cocos Island dan Christmas Island (barat daya Jawa), Australia, terdapat dua macam warna A. planci yang menunjukkan tipe Samudra Pasifik dan Samudra Hindia (Hobbs and Salmond 2008).

Add a new comment

Newsfeed